14 Jul 2010
[FAYYAZ]Sekarang Udah TK
8 Jul 2010
Ditabrak Motor
Liburan Sekolah 2010
Alhamdulillah…akhirnya seminggu menjelang libur sekolah usai kita bisa juga pergi liburan. Gak jauh2 sih, cukup ke solo-jogja aja. Tadinya sempet kepikiran pengen ke Surabaya or Bandung. Tapi membayangkan jauhnya & lamanya perjalanan, hadoh...gak jadi deh.
Semula mau ke jogja aja karna banyak pilihan tempat wisata walo tentunya Jogja di musim liburan sekolah begini pasti rame & macet. Karna liburan gak direncanakan, jadi lom booking hotel deh. Malem jumat coba cari2 reservarsi onlen. Cari hotel di Jogja yg masih masih kantong n ngertilah lokasi hotel di mana. Nemu Grand Quality Jogja, waktu itu masih ada 3 kamar kosong. Tapi karna masih ragu2 antara jogja or solo ditambah mata dah ngantuk berat akhirnya lom sempat booking. Jumatnya baru sempat onlen sore, pas ngecek lagi ternyat Grand Quality dan full booked. Tinggal hotel2 yg harganya di luar kantong kami. Ada sih yg harganya setara ama Quality, tapi lokasi hotelnya di daerah turis2 biasa nginep keknya. Jadi udah males aja. Beralihlah pencarian hotel di Solo. Masih banyak yang kosong. Akhirnya booking deh 2 malam di The Sunan Hotel Solo.
Minggu, 4 Juli 2010
Berangkat dari Semarang dah jam 1 siang. Soalnya paginya Fayyaz masih ada kegiatan renang dulu, dah terlanjur bayar kan rugi klo gak berangkat. Karna baju renang yang baru punya satu2nya itu dah dipake pagi & cuaca mendung, gagal deh bawa baju renang. Padahal di Solo ada waterpark besar, “PANDAWA”. Selama perjalanan Fia mau duduk sendiri di carseat nya & Fayyaz juga mau duduk dibelakang. Mayan, emaknya bisa duduk enak di depan. Dua2nya tidur pules deh tuh… Karna jalanan yang padat, perjalanan Semarang – Solo yang biasanya bisa cuman 2.5-3 jam jadilah molor jadi 3.5jam-an & langusng check in di Hotel. Malemnya keluar nyari makan di GALABO – GLADAK LANGEN BOGAN. Itu tempat wisata kuliner Solo di malam hari. Lokasinya di ujung jalan Slamet Riyadi. Di sana ketemu banyak rombongan bus tuh.
Senin, 5 Juli 2010
Sempet bingung mo ke mana yak lo di Solo hehehe. Tadinya berencana ngajak anak2 naek kereta PRAMEKS ke Jogja, menikmati keindahan alam sambil naek kereta. Ntar jalan2 bentar di Malioboro terus balik Solo lagi naek PRAMEKS lagi. Udah sms-an ama Arin-Mama Arsa janjian kopdar di sono. Ngecek2 jadwal kereta, kok mepet banget ya waktunya di Jogja. Plus si Fayyaz pagi lom (maaf)pup, duh bakalan minta pup di jalan ntar, repot deh. Akhirnya ayah mutusin tetap ke Jogja naek mobil aja. Ke KIDS FUN deh, maen2 di sana. Sayang, karna lokasinya yg jauh dari rumah Abang Arsa, akhirnya gagal kopdar deh ama Arin n Arsa. Pikirku, ntar maen di Kids Fun 2jam cukup kali yak, terus janjian lagi ma Arin. Nyampe Kids Fun jam 11 siang. Awalnya Fayyaz gak mau tuh naek kereta2an. Minta ditemani…walah la itu cuman buat anak2 je. Naek kereta sambil manyun gitu plus taku2 gimana. Trus diajak ke tempat yang laen. Nah mulai deh dia ketagihan sama maenan2 yang ada di sono. Maen mobil2an, motor2an, flying fox, bom2 car & maen gokart ama ayah.Fayyaz tuh sama aktivitas yang memacu adrenalin justru senang2 aja. Tapi pas diajak naek kereta di wahana Jurasic Park malah dia takut. Padahal dinosaurusnya kan cuman patung2 ditambah dengan suara2 via speaker gitu.
Gak terasa udah menjelang jam 3 sore. Tapi Fayyaz gak mau diajak pulang. Ya udah, nambah maen2 lagi deh dia. Menjelang jam setengah empat kita keluar dari Kids Fun dengan mukanya Fayyaz yg manyun karma lom puas. Huaaaa, gagal kodar deh ama Arin. Cos kudu balik ke Solo lagi, klo kesorean kasian anak2. Ntar mandinya keteteran. Ditambah mo mampir ke rumah teman baik yang selasa pagi berangkat ke Pare2 buat dinas ke sono.
Dari Kids Fun langsung pulang ke Solo gak lewat Jogja lagi, tapi langusng ke timur trus sampenya di per3an depan Candi Prambanan. Karna jalanan yang rame ditambah ada sesuatu hal, nyampe di hotel lagi udah menjelang maghrib. Harusnya Solo-Jogja cuman 1.5jam aja.
Mandi, istirahat bentar di hotel malemnya setelah nyari makan mampir dulu ke rumah teman baik kami. Sampe hotel lagi udah jam 10 malem. Capek…capek…
Selasa, 6 Juli 2010
Pagi ini fayyaz berenang bentar di kolam renang hotel. Trus packing2 karna mo check out. Sambil pulang ke Semarang, muter dulu ke Ketep Pass melewati jalur Solo-Boyolali-Selo-Ketep Pass. Perjalanan yang asyik, jalurnya belak belok, naek2 ke puncak gunung Pemandangannya indah, melihat gunung Merapi-Merbabu. Sayang gunungnya tertutup kabut, jadi gak bisa melihat dengan jelas.
Di Ketep Pass nonton film tentang Gunung Merapi di Ketep Volcano Theatre. Kirain Fayyaz bakalan takut karna ada adegan musibah wedhus gembel. Ternyata dia suka kok nontonnya. Fia sih sedikit berisik tentunya hihihi.
Abis itu melanjutkan perjalanan pulang melalui jalur Ketep Pass-Kopeng-Salatiga-Semarang. Jalurnya gak seektrim pas berangkat, pemandangannya kebun strawberi.
Akhirnya selesai juga deh perjalanan liburan sekolah tahun ini. Capek tentu, tapi senenglah bisa ngajak berlibur anak2. Terutama Fayyaz yang kepengen nginep di hotel hihihi. Tahun depan mudah2an bisa ngajak anak2 berlibur lagi deh.
3 Jul 2010
30 Jun 2010
[Fayyaz]Libur Sebulan Bikin Bete :-)
22 Jun 2010
4 Mei 2010
19 Apr 2010
Apa Susahnya Bilang Pinjam
Memalukan deh, tiap kali pulang dari rumah tetangga, si kecil selalu bawa oleh-oleh mainan. Pasti dia mengambilnya begitu saja tanpa izin.
Ini memang perilaku khas anak batita. Kemunculannya disebabkan dorongan rasa ingin tahu (curiosity) pada sesuatu yang dia lihat atau orang lain pakai. Saat anak lain memainkan robot-robotan, misal, si batita penasaran dan ingin memainkannya juga, meski di rumah sebenarnya dia memiliki mainan tak kalah bagus. Selain itu, anak mulai senang mengenali dan menggali hal hal di lingkungannya. Inilah yang memunculkan sikap ingin mencoba hal-hal baru atau benda yang sama sekali belum dikenalnya. Tak heran, telepon genggam, lipstik, gunting, dan aneka benda lain dalam sekejap sudah ada dalam genggamannya. Karenanya, psikolog Sani B. Hermawan tak setuju bila orangtua memarahi si batita, apalagi sampai mengatakan dia telah mencuri barang milik orang lain. "Anak batita belum tahu mengenai hak milik. Dia menyangka semua benda yang ada adalah miliknya dan untuknya," ujar Direktur Lembaga Psikologi Daya Insaniini. Namun, bukan berarti kita boleh membiarkannya begitu saja. Justru ini bisa menjadi gerbang bagi orangtua untuk mengajari anak norma-norma sosial yang berlaku, sekaligus aturan boleh-tidak. "Anak harus diberi tahu tentang hak milik. Ada barang milik dia, milik ibu, ayah, bahkan teman-temannya. Hak itu harus dihargai. Berikan contoh dengan logika terbalik, 'Kamu mau tidak barangmu diambil temanmu tanpa bilang?' Jelaskan juga, ada etika meminjam, seperti meminta izin terlebih dahulu." Jadi, ajarkan etika meminjam. Pada tahap awal, tentu anak perlu diawasi dan diberi pemahaman tentang apa yang boleh dan tak boleh dilakukan terhadap barang tersebut. Durasinya pun singkat, artinya barang itu harus cepat dikembalikan. Barulah setelah anak dapat bertanggung jawab, dia perlu diberi kepercayaan dan durasinya boleh agak lama, tentunya atas seizin si empunya. Selain itu, ingatkan anak agar memelihara barang milik orang lain dan tidak merusaknya. Hal ini untuk membentuk sikap menghargai. Selanjutnya terang-kan, barang itu adalah barang orang lain yang harus dikembalikan. Jangan lupa untuk menga-jarkan terima kasih pada saat mengembalikan. Jika anak ngambek tak mau mengembalikan, orangtua perlu menjelaskan hak dan kewajiban dengan sederhana, bahwa barang itu bukan barang miliknya (hak), dan kewajibannyalah untuk mengembalikan secara baik-baik. Tanyakan, apa yang membuatnya sangat tertarik pada benda tersebut. Di rumah, ajak dia mencari benda miliknya yang mirip dengan barang/mainan kepunyaan temannya itu. Dengan demikian, anak tak terlalu merasa kehilangan jika mainan temannya dikembalikan. Walaupun bereaksi sedih, anak harus dituntun untuk mengembalikan benda pada orang yang meminjamkan. Di sisi lain, anak pun harus diajarkan menghargai barang miliknya. Kalau tidak, mungkin saja ia menyenangi barang orang lain tetapi tidak menghargai barang miliknya. Sikap ini cenderung mendorongnya untuk selalu merebut milik orang lain. Atasi dengan mengembalikan rasa bangga pada diri anak terhadap benda-benda miliknya. Caranya, kenalkan hal-hal positif dan kelebihan dari mainannya. Entah itu robotnya yang bisa bergerak, bersuara, atau bonekanya yang lucu. Jika ada barang yang tak boleh dimainkan, berikan penjelasan dengan baik. "Adek tidak boleh memainkan barang ini karena kalau jatuh dan pecah, Ibu tidak dapat memakainya lagi." Dengan demikian anak bisa memahami dan sekaligus mendapat informasi yang memuaskan. Jika anak tidak patuh pada aturan, membandel, dan tak mau dinasihati, jelaskan secara perlahan dan berulang sampai ia paham. AJARKAN BERBAGI Tahap selanjutnya, anak bisa diajarkan berbagi. Jika dia biasa meminjam mainan temannya, maka mainan miliknya juga boleh dipinjam orang lain. Agar pesan kita mudah ditangkap, cobalah cari contoh lain yang akrab dengan anak. Bisa berupa makanan, buku bergambar, bacaan, dan lain-lain. Mulailah dari anggota keluarga terlebih dahulu. Saat anak hendak mengambil pulpen milik ayah, jelaskan dia harus meminta izin terlebih dahulu, plus mengucapkan terima kasih saat mengembalikan. Selain itu, jadilah teladan buat anak. Ajarkan bagaimana menghargai hak milik orang lain. Contoh, saat melihat kue lezat si kecil terhidang di meja, jangan sekali-kali mengambilnya tanpa izin. Ingat, kue itu milik anak yang harus dihargai. Mintalah izin dan jangan memaksa mengambil jika anak tak mengizinkan. Hal lain yang perlu diingat, jangan sekali-kali menyerahkan mainan atau benda milik anak kepada anak lain tanpa seizinnya. Itu tidak hanya melukai anak, tapi juga mengajarinya untuk tidak menghargai hak milik orang lain. Jangan lupa, anak belajar dari apa yang dilihat dari orang terdekatnya. Jika Anda sering melanggar hak orang lain, jangan harap anak bisa menghargai kepunyaan orang lain. Saeful Imam. Foto: Iman/NAKITA sumber :http://www.tabloid-nakita.com/artikel.php3?edisi=09422&rubrik=batitaCoba deh periksa boks mainan batita Anda. Pasti akan Anda temukan sejumlah mainan "asing" yang bukan miliknya. Bukan cuma itu, Anda juga bakal menemukan benda-benda lainnya, entah lipstik atau bolpoin yang hilang beberapa waktu lampau, dan sebagainya.