Ya, mudik adalah saat2 yang ditunggu banyak masyarakat Indonesia. Pulang ke kampung halaman, untuk berlebaran bersama keluarga besar tercinta. Berbagai persiapan pun dilakukan para pemudik. Pesan tiket kereta api dilakukan H-30, rela antri berjam-jam demi mendapatkan tiket pulang kampung. Pun tiket pesawat terbang yang sudah dipesan jauh sebelumnya. Yang menggunakan kendaraan pribadi tentunya sudah mengecek kondisi kendaraannya agar prima.Tak lupa oleh2 untuk saudara2 tercinta pun sudah dibeli.
Sejak hari Sabtu kemarin, televisi nasional sudah mulai menayangkan liputan mudiknya. Terlihat gelombang arus mudik sudah mulai terlihat. Walau tentu saja belum seramai pada hari puncak mudik yang katanya diperkirakan H-3 & H-2. Akan tetapi lonjakan kendaraan sudah mulai terlihat dari hari2 biasanya. Mobil2 pribadi yg membawa barang di atap sudah mulai terlihat.
Macet tentu menjadi hidangan special di musim mudik. Perjalanan yang seharusnya hanya memakan waktu 10 jam bisa molor menjadi 12jam bahkan bisa lebih lama lagi. Tapi itu tidak mengurangi antusiasme pemudik untuk tetap melakukan perjalanan. Bagi mereka yang tidak ingin bertemu dengan macet, mudik di awal dilakoninya.
Aku sendiri tahun ini akan mudik ke arah barat, tepatnya ke Subang - Jabar. Rencana berangkat setelah sholat Ied. Biasanya sih kami mudik H-1. Tapi karna ada satu & lain hal, tahun ini kami memilih berangkat setelah sholat Ied.
Jalur mudik kami melawan arus yg biasanya dari barat ke timur. Tapi bukan berarti tidak bertemu kemacetan lho. Kalau pas barengan dengan puncak arus mudik, jalur yg dilalui hanya dapat 1 lajur. Jadi sama aja dapat macet. Ini pernah dialami suami pada saat mudik 2006. Terkena macet antara brebes - cirebon. Macet yang luar biasa, karna kendaraan dari arah barat banyak yg tidak sabar & nyelonong seenaknya sehingga menutupi lajur kendaraan dari arah timur. Dan akibatnya, semua pun kena macet. Brebes - cirebon yg harusnya bisa ditempuh hanya 1.5 - 2 jam pun dilalui selama hampir 7 jam
Beruntungnya waktu itu aku udah di subang dulu seminggu sebelumnya, sehingga tidak repot karna membawa bayi (waktu itu Fayyaz baru 5.5M). Akhirnya suami memutuskan untuk istirahat di cirebon karna kondisi lelah & sudah malam.
Kalau tidak kena macet, pemudik yg melawan arus biasanya suka terkena pengalihan jalur. Ya, karna jalur yang dilalui diutamakan untuk arus utama mudik/balik akhirnya yg dari arah sebaliknya kudu rela dilewatkan jalur alternatif
Buat teman2 yang mau mudik menggunakan kendaraan pribadi, jangan lupa cek kondisi & perlengkapan kendaraan, bawa bekal yg cukup terutama yg membawa anak2, kotak P3K & obat2 pribadi jangan lupa, ponsel dalam kondisi battere full & pulsa yg cukup, bawa cd/vcd/dvd buat hiburan di perjalanan terutama ketika macet, bawa peta/GPS & siapkan kondisi badan agar bisa fit pada saat perjalanan.
gambar dari http://voucherlistrikonline.com/http://voucherlistrikonline.com/wp-content/uploads/2010/08/Met-Mudik.jpg