30 Apr 2008

Kapankah Anakku akan Mulai Bicara?

Rating:★★★★
Category:Other
Kapankah Anakku akan Mulai Bicara

Entah sudah berapa sering saya mendapat pertanyaan di atas, sepanjang perjalanan karir saya selama 20 tahun sebagai ahli patologi bahasa. Sepertinya, para orangtua menunggu munculnya kemampuan berbahasa pada anak-anak mereka seperti menunggu sebuah angkutan umum. Mereka merasa tidak memiliki kontrol untuk mengetahui kapan kemampuan itu akan muncul. Namun justru sebetulnya, kemampuan berbahasa pada anak sangat dipengaruhi oleh orangtuanya.
Secara umum, di'rumus'kan bahwa seorang anak akan mengucapkan kata pertamanya antara usia 10 sampai dengan 18 bulan. Tidak ada tabel waktu yang bisa secara persis menyatakan kapan seorang anak akan bicara. Cukup banyak anak yang mulai berbicara di usia lebih dari 18 bulan dan masih terus mengembangkan kemampuan berbahasanya, terutama dalam hal percakapan. Kita juga sering luput mengamati, bahwa anak anak-anak yang bicara dengan orang tertentu, tetapi tidak dengan yang lainnya. Nah, ketika pada usia ke-2 anak terlihat tidak menggunakan kata-kata dalam bermain dan memenuhi kebutuhan / keinginannya, maka kita harus teliti menelaah bagaimana kemampuannya dalam pra-berbahasa.
Oleh karena itu, pertanyaan yang harus diajukan sebenarnya adalah ; "Apa yang dibutuhkan dan harus dilakukan oleh seorang anak sebelum ia bisa bicara dan menggunakan bahasa dalam berkomunikasi?"
Dari pengalaman bertahun-tahun mewawancarai para orangtua, saya bisa membuat kesimpulan bahwa kebanyakan orangtua menganggap kemampuan anak berbahasa muncul secara otomatis, seperti halnya tumbuhnya rambut, bertambahnya berat badan dll, tanpa harus ada bantuan khusus dari orangtua, anggota keluarga maupun orang yang sehari-hari berhubungan dengan si anak.
Jadi apabila Anda cemas bahwa anak Anda terlambat bicara, saya harap Anda tidak berpikir bahwa kemampuan bahasanya akan tumbuh sendiri tanpa bantuan Anda, seperti halnya tubuhnya yang tumbuh dan berkembang tanpa bantuan Anda
Untuk dapat mengembangkan kemampuannya bicara dan berbahasa, Anak Anda perlu memiliki beberapa kebiasaan yang kita, orang dewasa tak pernah pikirkan sebagai kebiasaan yang dibutuhkan untuk dapat berbicara. Kebiasaan tersebut
antara lain adalah bermain dengan orang lain, bermain secara bermakna dengan benda-benda yang ada, meniru, bergiliran / bergantian, melakukan interaksi (timbal balik), berkomunikasi secara non-verbal, dan menikmati hubungan dengan orang lain.
Seringkali orangtua membawa anaknya yang berusia 3,4,5,6 tahun atau lebih untuk menemui saya dengan keluhan bahwa mereka belum bisa bicara atau kalaupun bicara hanya bicara sendiri saja. Para orangtua ini biasanya merasa bahwa mereka sudah melakukan segala hal yang bisa mereka lakukan, dari mulai mengajak bermain sampai mengajarkan bicara, sebagaimana mereka melakukannya dengan anak-anak mereka yang lainnya. Tetapi karena segala cara itu tak juga berhasil, maka mereka menyimpulkan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan anak mereka tersebut.
Beberapa keluhan dari para orangtua yang lazim saya temui adalah :
• "Anakku tidak bermain seperti halnya anak lain bermain"
• "Dia jarang memperhatikan hal-hal yang terjadi di sekelilingnya"
• "Ia tidak tertarik pada hal-hal baru"
• "Apa yang dia lakukan, pasti dilakukannya berulang-ulang"
• "Dia mendapatkan apa yang dibutuhkannya dengan cara menuntun kami ke hal yang dia inginkan atau dengan membuat suara-suara yang tidak jelas"
• "Anakku tidak menikmati kebersamaan dengan orang lain jika tanpa kegiatan"
• "Anakku lebih senang menyendiri"
• "Ia tidak mempedulikan orang lain"
• "Dia tidak bisa bermain bersama dengan sesamanya"
Semua keluhan di atas menunjukkan kekhawatiran dan kecemasan dari pada orangtuanya mengenai anak-anaknya yang belum berbicara.
Jadi, apa jawaban dari pertanyaan "Kapan Anakku Akan Bicara?" Dari pengalaman saya mengikuti perkembangan kemampuan berkomunikasi anak-anak dilebih dari 500 keluarga, maka jawabannya adalah -Ketika anak-anak itu sudah mengembangkan hubungan dengan orang-orang yang masuk ke dalam dunia mereka dan menjadi mitra mereka yang memiliki laju kecepatan sama dengan mereka.
Saya sudah berkali-kali mengatakan kepada para orangtua untuk berhenti berharap Anaknya dapat sekonyong-konyong bicara. Sebaliknya, saya meminta mereka untuk melihat ke dalam diri mereka sendiri dan mereka akan menemukan betapa besar kekuatan yang mereka miliki untuk membantu anak mereka bicara. Tujuan utama saya adalah mengajarkan para orangtua apa yang anak mereka butuhkan sebelum bicara dan yang sama pentingnya, mengjarkan mereka cara-cara ALAMI untuk mengubah diri mereka sehingga anak bisa lebih banyak belajar BERSAMA dengan mereka.
Sekarang saya akan mengingatkan Anda tentang beberapa hal penting yang Anda dan anak Anda dapat lakukan secara rutin. Hal ini telah membantu anak-anak lain mempersiapkan diri mereka untuk bicara. Perhatikanlah, ketika Anda membaca daftar di bawah ini Anda mungkin akan mengatakan dua hal; Pertama, bahwa Anda dan anak anda telah melakukan hal-hal tersebut. Mungkin sajapernyataan Anda itu benar, tetapi mungkin saat melakukannya, anak Anda belum siap menjadikannya suatu kebiasaan rutin. Kedua, anda mungkin mengatakan bahwa hal-hal ini dilakukan hanya oleh anak-anak usia bayi, sementara anda merasa bahwa anak anda sudah besar, lalu anda tidak merasa ingin melakukan hal-hal seperti itu lagi. Jika itu pernyataan Anda, maka jawaban saya adalah bahwa anak, dalam usia berapapun, dapat belajar mengenai hal-hal yang mereka tidak pernah pelajari sebelumnya, asalkan mereka memiliki mitra yang antusias mendukung dan melakukan kegiatan itu bersama-sama dengan mereka.
Lihatlah daftar di bawah ini, lalu dengan menggunakan skala 1 sampai 5 (1=tidak pernah, 3=jarang, 5=rutin dilakukan) tulislah berapa sering hal ini dilakukan
YANG PERLU DILAKUKAN OLEH ANAK
• Sering bermain dengan orang lain
• Bermain dengan benda-benda secara bermakna (telpon2an, masak2an, minum teh,mengendarai mobil dll)
• Menirukan tingkah laku dan bunyi-bunyian orang lain
• Bergiliran / bergantian
• Berinteraksi dengan orang lain, secara berkala semakin lama jangka waktunya Menggunakan bahasa tubuh dan bunyi- bunyian dalam berkomunikasi
• Aktif terlibat dalam permainan dengan orang lain dan menikmatinya Menunjukkan minatnya terhadap hal-hal yang baru

YANG PERLU ANDA LAKUKAN
• Sering bermain, sesering anak Anda
• Menyamai gerak-gerik dan cara komunikasi anak
• Menunggu - memberi waktu kepada anak untuk melakukan gilirannya dalam berinteraksi
• Menunjukkan kepada anak, langkah selanjutnya
• Bergiliran dan membiarkan giliran anak lebih lama dibanding Anda
• Merespon terhadap setiap gerakan dan bunyi yang dibuat anak, sekecil apapun itu
• Menjadikan permainan sebagai suatu hal yang menyenangkan dan bukan sebagai pelajaran / keharusan

dari websehat
Dr. James MacDonald

Weaning with Love

Rating:★★★★★
Category:Other

MENYAPIH DENGAN CINTA

Ditulis bebas & dirangkum dari berbagai sumber (Lalecheleague, WHO, breastfeeding.com) oleh Luluk Lely Soraya Ichwan

Menyapih

Sering jadi pertanyaan banyak orang tua "Kapan sih usia yang tepat untuk menyapih anak dari masa menyusu pada ibunya ?" Kemudian bagaimana cara menyapih yg terbaik ? Sebetulnya apa sih yang dimaksud dg kata "menyapih" itu sendiri ?

Menyapih adalah suatu proses berhentinya masa menyusui secara berangsur-angsur atau sekaligus. Proses tsb dapat disebabkan oleh berhentinya sang anak dari menyusu pada ibunya. Atau bisa juga berhentinya sang ibu untuk menyusui anaknya.

Atau bisa juga keduanya. Jadi bisa dg berbagai alasan.

Masa menyapih ini merupakan pengalaman emosional bagi sang ibu, anak juga sang ayah. Karena 3 pihak tadi (Ibu-Ayah-Anak) merupakan ikatan kesatuan yg gak boleh dilupakan. Kenapa ayah juga terlibat ? Karena ayah juga berperan dan memberikan pengaruh tersendiri dalam proses menyusui.

Kapan anak harus disapih

Banyak yg bertanya juga kapan sebaiknya anak disapih dari ibunya, atau kapan waktu yang tepat untuk menyapih.

Sebetulnya tidak ada ketentuan khusus atau batasan khusus kapan anak harus disapih.

Jadi tidak ada aturan bahwa pada umur sekian anak harus disapih dari ibunya.

Menurut WHO, masa pemberian ASI diberikan secara eksklusif 6 bulan pertama, kemudian dianjurkan tetap diberikan setelah 6 bulan berdampingan dg makanan tambahan hingga umur 2 th atau LEBIH. Jadi tidak ada batasan di umur berapa. Ini artinya tidak ada aturan bahwa pas pada umur 2 th anak harus disapih dari ibunya.

Banyak orang tua menyapih anaknya pada umur 1 th-2th, ada juga yg umur 3 tahun anaknya baru disapih bahkan ada juga yg umur 4 th.

ASI > 1th tidak bergizi ?

Sampai kapan proses / masa menyusui dapat dilanjutkan ?

Jawabannya : Selama ketiga pihak (ibu-anak-ayah) masih menginginkan.

Itu artinya jika sang ibu / sang anak / sang ayah sudah tidak menginginkan, maka proses menyapih dapat dilakukan.

Misalnya, sang ibu punya deadine (batas waktu) tersendiri bahwa pada umur sekian si anak harus disapih tetapi sang ibu masih enjoy & sang anak juga masih menginginkan, maka tidak perlu disapih. Intinya, pilih timing yg paling nyaman untuk semua pihak.

ASI > 1 th jelek dan tidak bergizi ?!

Sering ada anggapan bahwa ASI itu sudah jelek kalo anak sudah berusia 1 th ke atas ? Nah apalagi jika anak berusia 2 th, betulkah ini?

Opini bahwa ASI itu jelek > 1 th ternyata sama sekali tidak benar.

ASI tetap kaya akan nutrisi. Menurut penelitian Dewey KG dalam artikel "Nutrition, Growth, and Complementary Feeding of the Breastfed Infant". Pediatric Clinics of North American. February 2001;48(1)), bahwa ASI > 1 th kaya akan nutrisi :

"In the second year (12-23 months), ASI mengandung :

a.. 43% of protein requirements;

b.. 36% of calcium requirements;

c.. 75% of vitamin A requirements;

d.. 60% of vitamin C requirements".

Ini belum termasuk zat anti infeksi/anti kuman yg tetap dan selalu ada dalam ASI yg manfaatnya sangat luarbiasa untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit.

Jadi tidak pernah ada istilah ASI jelek.

Kandungan gizi ASI itu sangat fleksibel sesuai kebutuhan sang anak.

Komposisinya tidak pernah sama dan selalu berubah bahkan tiap menit.

Ini berbeda sama sekali dg kandungan susu formula yg itu-itu saja.

Sampai saat ini banyak anggapan bahwa jika anak disusui terus nantinya anak susah disapihnya. Atau banyak juga yg menganggap anak akan jadi tidak mandiri.
Benarkah hal ini ? Hingga saat ini tidak ada / belum ada penelitian khusus yg membuktikan bahwa ada hubungan antara usia anak disapih dg kemandirian anak. Kenyataan yang ada sering sekali orang merancukan / mencampuradukkan kedekatan orang tua dg si anak,dengan manja atau kurang mandiri. Apakah kedekatan dengan orang tua sama dengan manja? Belum tentu kan ? Bukankah secara psikologis pada usia tsb anak justru memang membutuhkan kedekatan yg bagus dg orangtuanya. Sementara itu banyak sekali anak yang disapih di usia >1 atau 2 th tetap menjadi anak yang mandiri. Jadi kembalikan lagi ke definisi mandiri itu bagaimana.

Cara terbaik menyapih anak

Cara menyapih yg baik & tepat.

Tidak ada cara khusus dalam menyapih.

Beberapa ahli laktasi memberikan tips-tips agar proses menyapih berjalan dg baik :

a.. Lakukan proses menyapih secara perlahan.
Mis. Mengurangi secara bertahap frekuensi menyusu. Biasanya 4 x sehari maka secara perlahan diubah 3 x sehari terus hingga akhirnya berhenti.

2. Alihkan perhatian anak / sibukkan anak dg hal lain.

Bisa dg membacakan buku ke anak, bermain, bernyanyi, dsb. Hingga anak melupakan saat menyusu.

c.. Kunci utama : Bina komunikasi yang baik dg anak.
Ingat, seberapa kecil usia anak, anak tetap mengerti dan memiliki kemampuan utk mengerti kata2 dari orang di lingkungannya.

d.. Hindari menyapih saat anak sedang tidak sehat atau sedang sedih, kesal, marah.
e.. Hindari menyapih anak dari menyusu ke benda lain spt empeng, botol susu, bantal, dsb.
Biasanya disini peran ayah sangat dibutuhkan sbg figur yang melengkapi sang ibu. Sekali lagi bina komunikasi yg baik dg anak.

f.. Hindari menyapih secara mendadak/langsung.
g.. Terakhir, KOMUNIKASI, komunikasi dan komunikasi.
Ajaklah anak berkomunikasi dan berdiskusi. Jelaskan dg baik alasan dan langkah menyapih yg akan dilakukan.

Apalagi tanpa komunikasi apapun dg si anak. Ini dapat menyakitkan hati sang anak.

Jangan sampai anak merasa bahwa dg manyapih sang ibu membencinya, dsb.

Pemberian jamu pahit, memaksa anak utk tidak menyusu pada ibunya, dsbnya dapat merusak bonding atau ikatan batin yg terbentuk sejauh ini dalam proses

menyusui. Amat sangat disayangkan jika hal ini terjadi. Karena ikatan indah tsb ternodai akibat proses menyapih secara mendadak tadi.

Jika proses penyapihan dilakukan dg baik, maka anak2 kita akan tumbuh menjadi anak yg cerdas, sehat dan berakhlak baik. Karena sang ibu mendidiknya melalui masa menyusui dan masa menyapih dg cinta.

(Luluk Lely Soraya I adalah seorang ibu dari seorang putri, pemerhati masalah ASI & kesehatan keluarga, Lactivist, dan narasumber rubrik OASE di RAS FM 95.5 tiap sabtu pkl 9-10 pagi).

Sumber artikel :

a.. WHO. 2004. "Infant Feeding in emergencies : A guide for mothers" (www.who.int)
b.. Kelly Bonyata, BS, IBCLC "Extended Breastfeeding Fact Sheet" (http://www.kellymom.com/bf/bfextended/ebf-benefits.html)
c.. Jack Newman, MD, FRCPC. "Breastfeed a Toddler-Why on Earth? " (http://www.kellymom.com/newman/bf_toddler_01-03.html)
d.. Lalecheleague International, "What are the benefits of breastfeeding my toddler?" (http://www.lalecheleague.org/FAQ/advantagetoddler.html)

Manfaat Besar ASI di Tahun Kedua

Rating:★★★★★
Category:Other
Anda sukses menyusui eksklusif untuk buah hati selama enam bulan dan
meneruskannya hingga si kecil berusia satu tahun. Setelah itu Anda merasa
cukup dan akan menyapihnya alias menggantikan ASI dengan susu formula.
Sebaiknya tunda dulu keinginan ini karena pemberian ASI di tahun kedua
kehidupan bayi memberi manfaat ekstra.

Saat menginjak tahun kedua, kemampuan bayi berkembang, seperti merangkak
atau belajar berjalan dan memasukkan segala sesuatu ke mulutnya. Akibatnya,
bayi akan mudah mengalami infeksi penyakit. Makanya, disarankan ibu tetap
menyusui bayi setelah ulang tahunnya yang pertama untuk mempertahankan
kekebalan tubuhnya terhadap serangan virus dan bakteri penyebab penyakit.

UNICEF merekomendasikan selain pemberian makanan bergizi seimbang dan
imunisasi, bayi usia 12-24 bulan disusui sesering mungkin. Tentu ada alasan
kuat kenapa para ibu diimbau untuk menyusui bayinya memasuki tahun kedua.
Berikut manfaatnya:

1

ASI di tahun kedua kandungan faktor imunitasnya meningkat

Penelitian menyebutkan zat antibodi tersedia dalam jumlah besar pada ASI
selama masa menyusui. Tapi ternyata sebagian faktor kekebalan dalam ASI
konsentrasinya meningkat selama tahun kedua dan selama proses penyapihan
(weaning).

2

Pemberian ASI setelah bayi 6 bulan cegah risiko alergi dan asma

Salah satu cara terbaik mencegah alergi dan asma adalah menyusui eksklusif
selama enam bulan dan meneruskannya hingga si kecil berusia 2 tahun.
Memperpanjang pemberian ASI berarti menunda selama mungkin bayi
bersinggungan dengan zat penyebab alergi. ASI sendiri membantu mempercepat
pematangan lapisan pelindung dalam usus bayi, melapisi usus bayi dan
menghalangi masuknya molekul penyebab alergi ke dalam darah bayi serta
memberi perlindungan antiradang sehingga menekan risiko infeksi pemicu
alergi

3

ASI perkecil risiko sakit anak usia 16-30 bulan

American Academy of Family Physicians melihat anak-anak yang disapih sebelum
usia dua tahun meningkat risikonya (AAFP 2001). Penelitian lain menyebutkan
anak usia 16-30 bulan yang disusui lebih jarang sakit, kalaupun sakit maka
sakitnya lebih singkat dibanding anak sebaya yang tidak disusui

4

ASI dibutuhkan anak yang sakit

UNICEF merekomendasikan anak di bawah tiga tahun yang sakit agar diberi ASI,
karena ASI merupakan makanan bergizi yang paling mudah dicerna saat si kecil
kehilangan nafsu makan

5

ASI di tahun kedua lebih kaya nutrisi

Penelitian dr. Dror Mandel, dkk, menyatakan ASI dari ibu yang menyusui lebih
dari satu tahun kandungan lemak dan energinya meningkat dibanding ASI dari
ibu yang menyusui lebih singkat

6

ASI di tahun kedua sumber lemak dan vitamin A tak tergantikan

Berdasar penelitian Adelheid W. Onyango dkk menyimpulkan ASI merupakan
sumber lemak dan vitamin A yang tak tergantikan oleh makanan sapihan apapun

Nah, makin mantap kan memberi ASI hingga buah hati berusia 2 tahun?

dari milis asiforbaby

Aksinya Fayyaz

Karna bundanya keasyikan ngenet ‘n lagi seneng2 nya bikin MP, Fayyaz cari kesibukan sendiri deh.

Dari yang ngeberantakin mainannya (padahal jarang lho dia kayak gini) sampai yang maen air di wastafel plus nyikat giginya. Karna belum nyampe, dia berdiri di atas kursi makan.

Tapi gak apa2 deh, daripada ngerecokin bundanya yg lagi asyik di depan laptop he..he..

29 Apr 2008

Skul-nya Fayyaz




Hore, bunda dah bisa nyetir mobil :)

Akhirnya bunda berani juga buat menyetir mobil. Setelah sekian lama keinginan kursus setirnya tertunda terus, Maret kemaren kesampaian juga. Sebelumnya udah belajar sendiri sih, muter-muter di komplek. Tapi pas nyoba di jalan raya masih banyak salahnya L Ya udah, mendingan kursus privat aja 4x pertemuan @ 2jam. Sekali belajar langsung diajak keluar, mana pas di depan komplek macet karna bubaran karayawan SAI Apparel. Lha yg namanya belajar emang harus gitu kali ya, langsung di lapangan he..he..K’lo kata instrukturnya, “Masa ibu k’lo mau pergi nunggu jalannya sepi? Di sini khan rame terus”. Walah, emang iya ya.

Pas udah kelar kursusnya langsung deh bikin SIM sekalian. Cuman gak langsung diijinin ayah buat bawa mobil sendiri ke skulnya Fayyaz. Ya udah, k’lo mobilnya di rumah iseng deh muter2 sama Fayyaz. Biar lancar di jalan raya nya.

Kesempatan pertama bawa mobil pas fieldtrip skul Fayyaz ke Dinas Pemadam Kebakaran di Jl Madukoro. Lumayan jauh dari rumah, apalagi k’lo pagi hari gak ada yg gak padet jalannya.

Sekarang k’lo nganter Fayyaz skul udah bawa mobil sendiri,  Ayah pake motor ke kantor. Kecuali hari rabu, still naik taxi pulang skulnya. Abis mobilnya dipake Ayah tenis sepulang kantor, bawaannya banyak.

Lumayan nih, menghemat biaya transport. Kebayang gak sih k’lo dulu tiap pulang skul always naik taxi. Padahal skulnya Fayyaz jauh, ongkosnya 28-30 rb L seminggu 3x. Hi..hi..., biaya skul ama ongkos transport per bulannya lebih mahal transportnya.

Pernah lho kejadian, ayah keluar kota 3 hari. Ngantar Fayyaz ke skul naik taxi pp. Padahal di rumah motor ‘n mobil nganggur.

Udah bisa pergi sendiri nih, gak tergantung ama ayah lagi. Kayak pas mo kopdar AFB kemaren, jadi bisa dateng walo Ayah lg ada acara di kantor.

Hem, sekarang jadi gatel k’lo liat mobil nganggur di rumah. Maklum, baru seneng2nya bisa nyetir