19 Apr 2010

Apa Susahnya Bilang Pinjam

Sore tadi dibuat jengkel ama anak tetanggaku. Gara2nya, sepeda Fayyaz dia pakai tanpa ijinKami tinggal di perumahan sistem cluster yg gak ada pagarnya. Kebetulan sepeda Fayyaz ditaroh di depan, di carport. Jadi emang memungkinkan ada yg pakai begitu aja. 
Sebetulnya ini bukanlah kejadian pertama. Awalnya kapan, udah lupa sih. Tapi yang jelas dalam rentang waktu seminggu ini, dia sudah melakukannya 3x!!!!
Pertama pas senin minggu lalu (12 Apr). Waktu itu kebetulan mobil dipake ayah ke kantor. Di carport cuman ada motor & sepeda Fayyaz. Pas sore, anak2 tetangga pada maen. Eh, tahu2 kok si anak itu (sebut saja N) datang ke rumah trus ngambil sepeda begitu aja. Gak ketok2 pintu apalagi minta ijin. *sigh* Pas kebeneran fayyaz dah bangun tidur siang. Langsung deh aku bilang, "kakak, sepedanya dipake ama N. Sekarang kakak keluar ya, bilang baek2 ama N, tapi kakak gak boleh nangis2". Dan akhirnya Fayyaz ikutan maen bareng2 mereka. O iya, N ini cewek umurnya dah mo 6thn. 
Kejadian ke-2, hari sabtu kemaren. Kebetulan kita pergi abis ashar. Pas pulang, kok posisi sepeda berubah gitu. Hmmm, bukan menuduh sih. Tapi ya pasti ada yg abis pakai lah. Gak mungkin berubah begitu aja. Kenapa kok langsung mikirnya N yg pakai. Ya karna emang sebelum2 ini (emang dah lama sih), sering begitu.
Klo yang tadi sore, sebetulnya tuh sepeda udah ketutupan ama mobil. Tapi tetep maen ambil aja tuh. Sebelumnya tuh anak datang gitu ke rumah, manggil2 Fayyaz. Gak sendirian sih, bareng2 ama 2 anak yg laen. Aku bilang klo fayyaz lagi tidur. Eh, kok abis itu malah ngambil sepeda Fayyaz, trus dipakai gitu aja. Gimana gak jengkel. Langung aja aku keluar, trus aku bilang "maaf ya, khan Fayyaz nya lagi tidur. Kok malah sepedanya dipakai". Bukannya mengkeret, tuh anak malah cengar cengir. "Loh, kan belum minta ijin, kok maen pakai aja". Tapi kagak ngaruh bo', sambil bilang "pinjem ya" sambil ngeloyor gitu aja. Udah gitu pas ngembaliin tuh sepeda jg maen taroh aja. Gak terus permisi n bilang terima kasih. Ampun dah  Ada setengah jam deh tuh sepeda dipakai ama dia. 
Mulai besok tuh sepeda mo dimasukkan aja. Malam ini masih parkir di teras, nanggung rodanya kotor hehehe. Niatku sih klo pas ada kesempatan mo ngomong ama ibunya N. Biar dia tahu lah bagaimana tingkah anaknya. 
Ini juga jadi pelajaran buatku. Sedini mungkin harus mengajarkan etika pada anak2. Mudah2an dimampukan deh.
================================================================
"Aku TIDAK MENCURI!"

Memalukan deh, tiap kali pulang dari rumah tetangga, si kecil selalu bawa oleh-oleh mainan. Pasti dia mengambilnya begitu saja tanpa izin.

Coba deh periksa boks mainan batita Anda. Pasti akan Anda temukan sejumlah mainan "asing" yang bukan miliknya. Bukan cuma itu, Anda juga bakal menemukan benda-benda lainnya, entah lipstik atau bolpoin yang hilang beberapa waktu lampau, dan sebagainya.

Ini memang perilaku khas anak batita. Kemunculannya disebabkan dorongan rasa ingin tahu (curiosity) pada sesuatu yang dia lihat atau orang lain pakai. Saat anak lain memainkan robot-robotan, misal, si batita penasaran dan ingin memainkannya juga, meski di rumah sebenarnya dia memiliki mainan tak kalah bagus.

Selain itu, anak mulai senang mengenali dan menggali hal hal di lingkungannya. Inilah yang memunculkan sikap ingin mencoba hal-hal baru atau benda yang sama sekali belum dikenalnya. Tak heran, telepon genggam, lipstik, gunting, dan aneka benda lain dalam sekejap sudah ada dalam genggamannya.

Karenanya, psikolog Sani B. Hermawan tak setuju bila orangtua memarahi si batita, apalagi sampai mengatakan dia telah mencuri barang milik orang lain. "Anak batita belum tahu mengenai hak milik. Dia menyangka semua benda yang ada adalah miliknya dan untuknya," ujar Direktur Lembaga Psikologi Daya Insaniini.

Namun, bukan berarti kita boleh membiarkannya begitu saja. Justru ini bisa menjadi gerbang bagi orangtua untuk mengajari anak norma-norma sosial yang berlaku, sekaligus aturan boleh-tidak. "Anak harus diberi tahu tentang hak milik. Ada barang milik dia, milik ibu, ayah, bahkan teman-temannya. Hak itu harus dihargai. Berikan contoh dengan logika terbalik, 'Kamu mau tidak barangmu diambil temanmu tanpa bilang?' Jelaskan juga, ada etika meminjam, seperti meminta izin terlebih dahulu."

Jadi, ajarkan etika meminjam. Pada tahap awal, tentu anak perlu diawasi dan diberi pemahaman tentang apa yang boleh dan tak boleh dilakukan terhadap barang tersebut. Durasinya pun singkat, artinya barang itu harus cepat dikembalikan. Barulah setelah anak dapat bertanggung jawab, dia perlu diberi kepercayaan dan durasinya boleh agak lama, tentunya atas seizin si empunya.

Selain itu, ingatkan anak agar memelihara barang milik orang lain dan tidak merusaknya. Hal ini untuk membentuk sikap menghargai. Selanjutnya terang-kan, barang itu adalah barang orang lain yang harus dikembalikan. Jangan lupa untuk menga-jarkan terima kasih pada saat mengembalikan.

Jika anak ngambek tak mau mengembalikan, orangtua perlu menjelaskan hak dan kewajiban dengan sederhana, bahwa barang itu bukan barang miliknya (hak), dan kewajibannyalah untuk mengembalikan secara baik-baik. Tanyakan, apa yang membuatnya sangat tertarik pada benda tersebut. Di rumah, ajak dia mencari benda miliknya yang mirip dengan barang/mainan kepunyaan temannya itu. Dengan demikian, anak tak terlalu merasa kehilangan jika mainan temannya dikembalikan. Walaupun bereaksi sedih, anak harus dituntun untuk mengembalikan benda pada orang yang meminjamkan.

Di sisi lain, anak pun harus diajarkan menghargai barang miliknya. Kalau tidak, mungkin saja ia menyenangi barang orang lain tetapi tidak menghargai barang miliknya. Sikap ini cenderung mendorongnya untuk selalu merebut milik orang lain. Atasi dengan mengembalikan rasa bangga pada diri anak terhadap benda-benda miliknya. Caranya, kenalkan hal-hal positif dan kelebihan dari mainannya. Entah itu robotnya yang bisa bergerak, bersuara, atau bonekanya yang lucu.

Jika ada barang yang tak boleh dimainkan, berikan penjelasan dengan baik. "Adek tidak boleh memainkan barang ini karena kalau jatuh dan pecah, Ibu tidak dapat memakainya lagi." Dengan demikian anak bisa memahami dan sekaligus mendapat informasi yang memuaskan. Jika anak tidak patuh pada aturan, membandel, dan tak mau dinasihati, jelaskan secara perlahan dan berulang sampai ia paham.

AJARKAN BERBAGI

Tahap selanjutnya, anak bisa diajarkan berbagi. Jika dia biasa meminjam mainan temannya, maka mainan miliknya juga boleh dipinjam orang lain. Agar pesan kita mudah ditangkap, cobalah cari contoh lain yang akrab dengan anak. Bisa berupa makanan, buku bergambar, bacaan, dan lain-lain. Mulailah dari anggota keluarga terlebih dahulu. Saat anak hendak mengambil pulpen milik ayah, jelaskan dia harus meminta izin terlebih dahulu, plus mengucapkan terima kasih saat mengembalikan.

Selain itu, jadilah teladan buat anak. Ajarkan bagaimana menghargai hak milik orang lain. Contoh, saat melihat kue lezat si kecil terhidang di meja, jangan sekali-kali mengambilnya tanpa izin. Ingat, kue itu milik anak yang harus dihargai. Mintalah izin dan jangan memaksa mengambil jika anak tak mengizinkan. Hal lain yang perlu diingat, jangan sekali-kali menyerahkan mainan atau benda milik anak kepada anak lain tanpa seizinnya. Itu tidak hanya melukai anak, tapi juga mengajarinya untuk tidak menghargai hak milik orang lain. Jangan lupa, anak belajar dari apa yang dilihat dari orang terdekatnya. Jika Anda sering melanggar hak orang lain, jangan harap anak bisa menghargai kepunyaan orang lain.

Saeful Imam. Foto: Iman/NAKITA

sumber :http://www.tabloid-nakita.com/artikel.php3?edisi=09422&rubrik=batita


13 Apr 2010

Behind PESAT2010




ajang narsis-me di PESAT Semarang 2010

PESAT SEMARANG 2010 D-1




Akhirnya, PESAT Semarang 2010 selesai juga diselenggarakan. Kali ini joint event dengan TELKOM cq bid Marketing Reg-IV. Dapat fasilitas ruangan yg luas, in focus projector 2bh, big screen: 2, goodie bag (paper bag, blocknote, bollpen, name tag) plus 20 dorprize payung n potmug serta 1 dorprize HP Flexi Muslim Chatting. Ditambah ada beberapa dorprize juga dari sponsor pendukung. Dan juga 3 buku Q&A Smart Parent for Healthy Children dari Bunda.
Sayang, karna promo kami yg kurang gencar dan terlalu mepet makanya peserta di hari pertama masih jauh dari target.
Emang sih, agak sulit nyari peserta seminar di Semarang. Dengan bandrol 65rb dibilang mahal :-( Heran deh ya. Tapi panitia tetep semangat lah. Toh peserta yg datang sangat antusias menyimak materi yang diberikan.
PESAT diselenggarakan 2 hari, 10-11 April 2010 di aula lt 8 gedung Telkom.
Materi hari 1: seputar kehamilan & kelahiran, imunisasi & tumbuh kembang anak.
Bunda datang bersama dr Windhi Kresnawati.
H-1 ada talkshow on air di Female Radio FM.
Salut buat peserta yg aktif bertanya & menjawab pertanyaan. Be smarter be healthier.

Thanks to : YOP, Bunda n dr Windhi, TELKOM cq Bu Tina cs sebagai sponsor utama yg sudah mensupport penuh kegiatan ini, Female Radio FM dengan talkshow on air bersama Bunda serta live report dari seminar PESAT, para peserta PESAT dan tentu saja emak2 panitia dengan support dari keluarga tercinta.



PESAT SEMARANG 2010 D-2




Ini foto2 hari ke-2. Materi nya:
1. Common problem in pediatric I (batuk, pilek, muntah, diare) --> dr windhi
2. Common problem II (demam & kejang demam) ---> sharing dari SP : Ellen
3. RUD & AB ---> Bunda
Peserta di hari ke2 lebih banyak darii hari pertama. Mungkin juga karna hari minggu ya.
Karna materi cukup padat, maka tidak ada break secara resmi. Sambil makan snack dan maksi, materi tetep jalan.
Sayang, Bunda & dr Windhi musti buru2 pulang di jam 13.30 karna pesawat jam 15 dan belum sempat check in.

Mudah2an tahun depan PESAT Semarang 2011 bisa kembali diselenggarakan.
*berharap bisa jadi peserta ^_^*

Thanks to : YOP, Bunda n dr Windhi, TELKOM cq Bu Tina cs sebagai sponsor utama yg sudah mensupport penuh kegiatan ini, Female Radio FM dengan talkshow on air bersama Bunda serta live report dari seminar PESAT,Bapak-e Ojan yg jd moderator di topik 1, Sri Diva Catering buat konsumsi D2(maafkan klo bolbal telp merubah jumlah konsumsi ^_^), para peserta PESAT dan tentu saja emak2 panitia dengan support dari keluarga tercinta.

26 Mar 2010

Fia: Udah 6 Bulan...


Adek Fia tanggal 23 Maret kemaren pas 6 bulan. Alhamdulillah, lulus juga nih ASIX nya. Bener2 ASIX 100% tanpa terkena sufor sedikitpun. Maklum, bundanya kan udah lebih paham. Pas lairan dulu juga bisa rooming in, jadi bebas dari sufor deh.
Pas tanggal 24 Maret dapat imunisasi HepB, DPT, HiB & Polio. DPT-HiB nya pake combo Tetract-HiB. Demi bisa imunisasi sekaligus, pindah dokter nih. Soalnya DSA yg biasa kasih imunisasi gak mau klo simultan. Alasannya sih gak tega gitu. Yah, Dok...saya yg ibunya aja tega kok  Akhirnya malah dapat dokter umum yg mau imunisasi simultan. Paha kanan HepB & paha kiri Tetract-HiB. Fia nangis cuma pas disuntik aja. Abis itu udah kok, senyum2 Gak nyesel deh imunisasi simultan, yg ada malah hemat waktu gak perlu bolak balik ke dokter buat imunisasi. 
Yang bikin bundanya sedih adalah BB si adek. Cuma 6.2kg saja Fia sekarang keliatan mungil deh. Fia nyusunya males2an, gak kenceng kayak Fayyaz dulu. Setiap nyusu juga cuman bentar, paling lama 15 menit. Klo lagi gak mau nyusu, mo dipaksa, dijejelin juga gak mau. Yang ada malah gigit pake gusinya Padahal geraknya sudah luar biasa. Sejak 4.5 bulan bener2 gak bisa diem. Apalagi semenjak udah bisa duduk sendiri n merangkak di kasur. Waduw...luar biasa deh ngawasinnya. Meleng dikit bisa2 jatuh dari kasur. 
Kemaren aja kejadian tuh, gara2 aku ngantuk berat. Tau2 Fayyaz teriak, "Bunda..bunda...adiknya bisa turun sendiri". Kebetulan tidur di kamar Fayyaz yang tempat tidurnya atas bawah. Fia tadinya di kasur atas sama aku. Ditinggal merem bentar, tau2 dah di kasur bawah tuh. Bikin deg2an aja deh ah. Klo cerita Fayyaz sih turunnya pelan2 gitu, kakinya dulu. Walah dek, pokoknya kamu emang gak boleh ditinggal meleng deh. 
Makanya klo tidur siang or ditinggal ke KM or ke dapur ya ditaruh di box bayinya biar aman.
Selain udah bisa duduk sendiri, Fia juga udah bisa berdiri sendiri sambil pegangan di boxnya. Mungkin karna badannya ringan, makanya dah bisa duduk n berdiri sendiri kali yaMakanya gak terlalu khawatir dengan BB nya cuman segitu. Toh  anaknya sehat n aktif.

Udah mulai MPASI sejak 24 Maret. 3hari ini menunya bubur tepung beras merah. Hari pertama masih biasa aja, hari kedua mulai suka dan hari ke3 ini terlihat klo dia mulai menyukai buburnya. Biasanya klo udah gak mau, mulutnya mingkem. Berharap banget Fia doyan makan buat mengejar BB nya. Bundanya kudu rajin buka2 resep nih hihihi. Ayo dek kita makan banyak. Maksudnya biar bundanya ada temennya ngemil di rumah 



22 Mar 2010

Adek Usil...Kakak Lebay :-D

Sejak menjelang 5 bulan dan mulai bisa merangkak di kasur, Fia demen banget ngusilin Fayyaz. Apapun yg dipegang si kakak, pasti Fia langsung deh ngliatin dan ujung2nya ngedeketin si kakak. Dan, yah berusaha buat mengambil dari genggaman si kakak. Walopun udah dikasih maenan sendiri, tetep aja lebih tertarik dengan apa yg dipegang kakak 
Merangkak di kasur lancar, dicoba di lantai. Eh, belum mau dia. Kayaknya sih karna keras tuh. Tapi tetep aja, liat kakaknya lagi maen ya tetep disamperin. Diacak-acak deh tuh maenannya si kakak. Klo dah gini, kakaknya cuman tereak2 "jangan dek, jangan...".
Atau kadang si kakak juga yang coba mancing2 adeknya. Pegang maenan trus sengaja ngedeketin adeknya. Ntar klo direbut, kakaknya tereak2 gitu, "ah adek, gak boleh, ini punyaku, jangan dong, jangan dek". Sengaja deh mancing2 adeknya biar ngerebut apa yg dipegang. Lebay deh pokoknya 
Kebetulan nih si kakak punya perasaan yang halus. Klo pas diusilin ama adeknya, misal rambutnya ditarik, cubit *walo gak sengaja tentunya*, dipukul-pukul mukanya kadang2 kakaknya nangis tuh  Yah, karna kakak gak bakalan ngebales dengan hal yg sama, akhirnya nangis deh. Dan si adek??? Olalala...malah senyum2 atau ketawa. 
Trus emaknya belain yang mana?? Ah, emaknya sih ngliatin sambil senyum2 ajah. Abis pemandangan yg menyenangkan gitu loh 

kakak lagi baca buku, adek pengen ikutan 

kayak lagi maen bareng ya, padahal sih enggak tuh...
kakak lagi asyik maen, adeknya langsung deh narik2 tuh maenan 

9 Mar 2010

Sekolah oh Sekolah

Bulan2 ini lagi banyak orangtua yg nyari sekolah buat anak2nya nih. Dari mulai nyari PG sampe nyari SMU. Spanduk2 dari berbagai sekolah juga dah banyak bertebaran.
Fayyaz taun ini masuk TK. Trus ibunya sibuk gak survey sekolah??? Enggak 
Yup, Fayyaz masih melanjutkan TK nya di tempat dia sekolah PG saat ini. Walaupun jaraknya jauh sih dari rumah (11.1 km bo'). Tapi bagaimana ya, udah kadung jatuh cinta ama sekolahnya. Udah terkanjur cocok dengan metodanya.
La kenapa dulu bisa sekolah sampe jauh begitu sih...
Jadi, dulu itu Fayyaz "sekolah" sejak umur 12M2W. Gile ya emaknya, baru juga belajar jalan eh udah di"sekolahin". Jujur sih, dulu mah bangga bisa nyekolahin di umur segitu. Klo sekarang, hihihi...nyengir dah gue  Pastinya, si adek -Fia- tidak akan mengulang hal yang sama. Dulu buru2 masukin Fayyaz sekolah gara2 dia takut banget ama orang asing. Bisa dibilang mayan parah lah. Kebetulan sejak umur 7bulan, kita pindah ke rumah sendiri. Deretan rumah gue yang jumlahnya cuman 8rumah belon ada penghuninya sama sekali. Dah gitu, gue males banget jalan2 di seputaran komplek alias ngendon aja di rumah. Akhirnya, Fayyaz jarang banget ketemu dengan orang lain. Yang dia tau ya cuman aybunnya, si mbak yg bantu2 harian. Akhirnya, tiap ketemu orang langsung mengkeret deh. Kadang sampe kringetan gitu Termasuk juga pas diajak pulkam, dah nangis duluan deh ketemu ama sodara2.
Akhirnya diputuskanlah buat memasukkan Fayyaz ke sekolah. Maksudnya sih biar ada temennya gitu. Waktu itu kebanyakan PG/TK di Semarang syaratnya usia min 1.5 thn. Pilihanku ada 2, Taman Belia & Jemema. Taman Belia itu universal school. Klo Jemema, islamic school. Kebetulan Taman Belia ini lokasinya deket ama kantor si ayah, gak nyampe 100 meter lah. Survey pertama ke tambel itu. Sebelumnya dah nelpon duluan, nanya2 soal usia minimal. Pas kita bilang baru setaun, mereka bilang klo udah jalan gak apa2. Coba ke sana dulu. Oke deh, pas hari Sabtu kita survey ke Tambel.
Dan ternyata, pas nyampe Tambel kok Fayyaz gak punya rasa takut tuh ketemu ama beberapa guru di sana. Malah dia asyik mencoba mainan yang ada. Emaknya asyik jalan2 di lingkungan sekolah. Setelah ngobrol2, sepertinya kita mo putuskan masukin ke Tambel aja deh. Apalagi liat Fayyaz yang biasanya takut ama orang asing, kok sepertinya nyaman bersama guru Tambel. So, gak jadi deh survey ke Jemema.
Faktor lain yang akhirnya bikin kita mutusin buat daftar ke Tambel ya karna deket kantor itu. Waktu itu gue belon bisa nyetir sendiri. Jadi berangkat sekolah bareng ama ayah, dan pulangnya naek taxi....Jiah, berasa orang kaya bo'. Seminggu 2-3x naek taxi. Diitung-itung, ongkos taxi sebulan lebih gedhe dari SPP nya 
Taman Belia dulunya sih gedungnya berupa rumah gitu, 2 lantai di bagian belakang. Sekitar 2008 dilakukan renovasi di bagian depannya. Sekarang klo dari depan seperti gedung sekolah pada umumnya.O iya, lokasinya bukan di pinggir jalan raya, tapi di jalan kampung. Loh, jadi kantor si ayah di kampung gitu?? Iya...kantornya emang di ujung kampung hihihi.
Tuh liat, keren khan gedungnya hehehe... Itu gedung bagian depan. Lantai 1 sisi kanan buat kelas baby&toddler, sisi kiri buat perpustakaan. Lantai 2 nya buat aula. Klo yang bagian belakang sih gak direnovasi, masih tetep yang lama.
Ya...ya, itu tulisannya PUSAT UNGGULAN PAUD TAMAN BELIA. Jadi, tambel ini pernah jadi PAUD Unggulan nasional gitu. Lupa gue taun berapa 
Tambel ini kelasnya berupa sentra2. Ada sentra seni, alam, balok, peran, imtaq, sentra masak, serta sentra persiapan. Sentra2 ini berlaku untuk kelas PG & TK. Kalo yg toddler gak pake sentra2an. Bermainnya di kelas toddler kecuali pas sentra alam. 
Kelasnya gak pake kursi, jadi duduk di bawah..Anak2 gak bakalan ngerasa bosen, karna gak harus duduk manis di kursinya.
Di Tambel, materi diberikan dalam bentuk bermain. Anak2 jadi ngerasa kalau mereka sebetulnya tuh lagi belajar. Sentra persiapan itu yang isinya belajar calistung. Tapi dibikin dengan cara yang fun. Enggak belajar A B  C D dsb gitu. Sebetulnya sejak masuk tambel, pasti secara gak langsung dah diajak belajar membaca deh. Berawal dari nama2 yg ditempel di loker masing2 anak. Semua benda di Tambel ditempeli tulisan. Jadi anak2 secara gak langsung dah belajar baca. Intinya sih, Tambel ingin mengajak anak2 senang membaca, bukan sekedar bisa membaca. Makanya ya, klo yg gak paham pasti bakal ngedumel di belakang. Bilangnya kok sekolah di Tambel gak diajarin baca  Padahal, lulusan2 tambel itu termasuk anak2 yang berprestasi di SD nya masing2. 
Klo ditanya, fayyaz paling seneng di sentra apa. Cencunya di sentra alam, soalnya bisa maen air, pasir, tanah dsb....
Buat gue, tambel ini dah memenuhi apa yang diinginkan. Sekolah yang fun, tidak bikin anak bosen tapi anak mengingat apa yg diajarkan. Dan yang terpenting, Fayyaz sangat nyaman berada di Tambel. Berasa rumah kedua deh. Apalagi pas PG ini, jadwalnya kan Senin-Jumat jam 9.30 - 12.00. Seringnya berangkat bareng ayahnya pagi2, jadi dia maen dulu di sekolah. Walo gak ada emaknya, dia enjoy aja. 
Di tambel juga ada makan siang bersama. So, emaknya gak perlu repot mikir mo bawa bekal apa tiap pagi. Itungannya pun lebih murah dibanding bawa bekal sendiri, cuman 4rb perak per hari. Ada nasi, sayur, lauk dan pencuci mulut (buah/puding/jus). Makan bersama, di meja makan...
Ada minusnya gak nih sekolah???
Ada lah...mana ada yg sempurna kan. Klo buat gue sih kurangnya sekarang ini soal perhatian. Sejak jadi PUSAT PAUD UNGGULAN, tambel jadi tempat studi banding dan magang guru2 PAUD. Gak cuman se semarang aja. tapi justru lebih sering dari luar kota. Bahkan pernah ada rombongan dari KALTIM. Sebulan 2x, minggu ke2 &ke-3. 
Nah, klo ada rombongan studi banding gini, kadang2 anak2 jadi kurang nyaman. Maklum, ada banyak orang yang melihat mereka beraktivitas.
Selain itu, dengan dijadikannya pusat paud unggulan otomatis beban guru2 jadi bertambah. Gak cuman ngurus anak2 aja, tapi juga musti mendampingi guru2 yg studi banding. So, gue merasa klo sejak ada program studi banding, jadi sedikit berkurang gitu. Plus juga, jadi berkurang ketegasannya. Misal nih, dulu buat anak2 toddler kan gak boleh ngedot klo lagi di kelas. Sekarang mah cuek aja, gak dilarang.
Tapi so far, buat gue sih tambel tetep di hati lah. Daripada capek2 mindahin sekolah eh ternyata gak cucok. Capek deh. Belum lagi soal adaptasinya fayyaz. Dia mah susah adaptasi ama orang dewasa. Jadi, walo jauh tapi Fayyaz tetep lah sekolah di sini. 11.1km di Semarang kurleb 25-30 menit lah. Gue kadang masih suka bolak balik kok. Nganter sekolah, trus pulang lagi, trus balik jemput lagi....

*tadi siang dibilang ma temen, katanya klo sama2 mahal mendingan pindah ke sekolah yg pengantarnya pake bahasa inggris. Hah...maap ya jeng, gue sih gak setuju masukin ke TK bilingual. Anak gue ngomong aja masih belepotan, ntar malah  tambah gak beres deh verbalnya*

foto diambil dari sini